Bab 15. Jandaku Pergi Membawa Candu

1365 Kata

Setelah berjalan cukup jauh melewati anak tangga yang melelahkan, Ragahdo membawa Winona ke sebuah kafe terbuka yang terletak di teras tebing tinggi. Meja mereka menghadap ke arah laut lepas dan deretan kapal yang tampak seperti mainan dari ketinggian. Pelayan datang menyajikan Insalata Caprese yang segar dan dua porsi pasta Linguine al Limone. Namun, saat makanan sudah tersaji, sebuah masalah teknis muncul. Tangan kanan Ragahdo yang diborgol ke tangan kiri Winona. Artinya, tangan dominan Ragahdo terkunci dan posisinya sangat canggung untuk memegang garpu. Sementara Winona masih bisa menggunakan tangan kanannya dengan leluasa. Ragahdo menghela napas, menatap piringnya dengan ekspresi yang sengaja dibuat memelas. "Win, aku nggak bisa makan, nih." "Ya salah siapa pakai borgol segala! Buk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN