Bab 157

686 Kata

Malam itu rumah kembali sunyi. Tidak ada suara televisi, tidak ada tawa seperti biasanya. Hanya lampu ruang keluarga yang menyala lembut, menciptakan suasana hangat tapi juga sedikit hening. Vania duduk di sofa. Tubuhnya sedikit membungkuk. Tangannya tidak berhenti mengusap perutnya. Gerakannya pelan. Namun kali ini… bukan sekadar kebiasaan. Ada sesuatu di wajahnya. Cemas. Dalam. Matanya kosong menatap ke depan. Seolah pikirannya berjalan jauh. Jelita yang baru saja masuk dari luar langsung menyadari itu. Ia berhenti di dekat pintu. Menatap Vania beberapa detik. “Ada apa?” tanyanya. Tidak ada jawaban. Vania tetap diam. Jelita berjalan mendekat. Duduk di sampingnya. “Kamu kenapa?” Vania akhirnya menoleh. Namun matanya… sedikit basah. “Aku takut…” Suaranya pelan. Ha

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN