Bab 51

1333 Kata

Langkah Kenzo terdengar ringan namun mantap saat ia membuka pintu kamar mandi. Uap air masih melayang samar di udara, dan aroma sabun hangat menempel di kulitnya yang masih basah. Handuk putih melilit pinggangnya, sementara rambutnya yang hitam masih meneteskan air ke bahu dan dadaa bidangnya. Pandangan matanya langsung tertuju pada satu sosok. Eleanor. Gadis itu baru saja berbalik, dengan seprai kotor di pelukannya, hendak menuju pintu. Pandangan mereka bertemu di udara, dalam ketegangan yang tajam dan membisu. Eleanor buru-buru menunduk, menyembunyikan kegugupan yang menghangatkan pipinya. “Tuan…” gumam Eleanor pelan. “Saya sudah mengganti seprai dan menyiapkan pakaian kerja Anda. Jika tidak ada yang perlu dibantu lagi, saya mohon izin keluar.” Ia melangkah pelan, menjaga suaranya t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN