Pagi yang cerah tak selalu membawa ketenangan. Di lantai atas gedung pencakar langit milik Roderick Corporation, suasana hening terasa seperti medan perang. Gedung kantor yang menjulang megah di tengah distrik bisnis kota itu memiliki desain interior modern minimalis, dengan kaca-kaca besar yang menyajikan pemandangan menakjubkan dari jantung kota. Namun bagi Kenzo, yang duduk di ujung meja konferensi panjang berwarna hitam pekat, dunia luar tak lebih dari latar belakang. Matanya menatap laptop terbuka di hadapannya, penuh angka, grafik, dan laporan yang harus dianalisis hari itu. Dasi gelapnya sudah dilonggarkan sejak pagi, lengan kemejanya tergulung sedikit, dan jemarinya mengetuk permukaan meja dengan ritme yang hampir tak terdengar. Empat orang klien dari perusahaan pemasok properti

