Bab 30

870 Kata

Eleanor berjalan menyusuri koridor panjang mansion itu dengan langkah gontai. Matahari pagi memang hangat, tapi tubuhnya tetap terasa dingin. Udara pagi tak bisa menenangkan pikirannya yang berkecamuk. Bibirnya mengecap getir, rasa asin masih melekat sejak ia membungkam gejolak dalam dadanya tadi di ruang kerja Kenzo. Pria itu... tak pernah memberi celah. Bahkan setelah apa yang ia berikan malam tadi, Kenzo masih memperlakukannya seperti pion di papan catur besar yang hanya ia kendalikan sendiri. Eleanor masuk ke ruang belakang, dapur yang biasa ia urusi. Hanna tidak ada di sana, mungkin sedang mengecek persediaan bahan pagi ini. Dan untuk sekali ini, Eleanor bersyukur. Ia tak ingin menjelaskan apa pun. Tak ingin ditanyai. Ia bersandar sejenak pada meja dapur, menatap kosong ke luar jen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN