Langit siang terlihat muram, mendung menggantung di balik jendela besar perpustakaan Roderick Mansion. Sinar matahari yang seharusnya menembus kisi-kisi kayu hanya tersisa sedikit, cukup untuk menerangi rak-rak buku tua yang berjejer rapi. Suasana hening dan sunyi, seakan memelihara rahasia yang sudah lama tertimbun. Eleanor melangkah masuk perlahan, gugup, membawa beberapa dokumen sesuai perintah Kenzo. Tapi ia tahu—atau tepatnya, merasa—bahwa dokumen itu hanyalah alasan. Sejak mereka berdua berjalan keluar dari ruang makan tadi, ia bisa merasakan sorotan mata Kenzo di punggungnya. Datar, namun menekan. Tidak terbaca, namun mengintai. Kenzo berdiri di depan jendela besar, membelakanginya. Tangan dimasukkan ke dalam saku celana, napasnya tenang, bahunya tegak. Ia seperti raja dalam keraj

