Bab 46

883 Kata

Langkah Eleanor secepat mungkin tapi tetap berusaha tak bersuara. Ia tak berani menoleh ke belakang, seakan jika ia melakukannya, bayangan Florencia dan Oscar akan menyergapnya dari kegelapan lorong. Nafasnya terengah—bukan karena lelah, melainkan karena panik. Panik akan kebenaran yang baru saja ia lihat. Panik karena sadar, bahwa kini ia menyimpan rahasia yang bisa mengguncang fondasi rumah ini. Ia menuruni tangga kecil menuju lorong belakang yang jarang dilalui penghuni rumah. Tapi ketika hendak berbelok ke arah pintu dapur, suara langkah kaki mendekat dari arah berlawanan. “Eleanor?” Tubuhnya sontak berhenti. Hanna berdiri tak jauh darinya, membawa keranjang cucian kering yang baru saja ia ambil dari ruang jemur. Alis gadis itu langsung mengerut begitu melihat raut wajah Eleanor ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN