Bubur Ayam

359 Kata

"Assalamualaikum! " Suara salam seseorang dari luar disertai ketukan pintu membuat Kami bertiga saling pandang seraya menjawab salam. Tanpa basa-basi Dewi langsung melangkah menuju pintu lalu membukanya. "Ada apa, Mbak?" "Ini ada titipan makanan dari seseorang untuk Mbak Mirna.” Aku yang mendengar itu langsung terkejut. Seseorang itu siapa? Apakah Kak El? Aku berharap demikian. "Oh iya, kalau begitu terima kasih, Mbak,” ucap Dewi lalu berbalik badan. Dia meletakkan kantong plastik di lantai. Tak lama ia membuka isinya yang ternyata adalah bubur ayam. Aku langsung girang, Bagaimana tidak? Itu adalah makanan favorit yang saat ini sedang aku inginkan. "Dari siapa, Wi? " tanya Ayu. "Nggak tahu, yuk. Mungkin dari Farel. Dia lagi ada jadwal kuliah, Jadi mungkin cuma bisa ngirim makanan.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN