Setuju

649 Kata

“Bantu gue nyiapin mental, Mir. Kali ini rasanya nggak main-main. Belum tau kebenarannya aja udah nyesek. Gimana kalau feeling gue ternyata bener? Gue nggak bisa bayangin gimana ancurnya nanti.” Kuusap bahunya dengan lembut. “Itu cuma perasaan lo aja, Mbak. Kan belum tau kenyataannya ke depan. Positif thinking aja, meskipun itu susah. Tapi apa salahnya husnuzan? Mungkin dia lagi banyak tugas kuliah, terus nggak bisa ngasih kabar setiap saat. Gue tau itu nggak nyaman bagi lo, tapi mau gimana lagi selain nerima dengan sabar?” “Apa gue kurang cantik, Mir?” “Enggak. Lo udah cantik, kok.” “Tapi kenapa banyak yang nggak mau sama gue, ya?” Aku tertawa keras. Mbak Yuni menatap dengan dahi berkerut. Apa dia bilang? Nggak mau sama dia? “Gian, Bagas, Kak El. Lo yakin mereka nggak suka sama lo?”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN