Aneh

619 Kata

“Gue cuma pengen nebus kesalahan di masa lalu dengan menjadi lebih baik. Emang lo nggak bosen liat gue yang nyebelin terus?” Kulirik wajahnya yang kini berkurang tengilnya, tetapi tetap saja sedikit menjengkelkan. Setelah meneguk setengah botol air mineral, aku menjawab, “Ya, bosenlah. Mungkin bukan gue doang, tapi Ayu dan Dewi juga.” “Kalau Bagas?” Sontak, aku menoleh. Menangkap mimik serius pada wajah Mbak Yuni. Ia bertanya lagi tentang Bagas yang akhir-akhir ini sering kudengar kabar buruknya. Sebenarnya, aku kasihan dengan perasaannya, tetapi apa boleh buat? Meskipun masih mengalir darah yang sama, aku tak ingin ikut campur urusan mereka. Bukan Apa, masalahnya aku sendiri tak suka jika ada yang mencampuri urusanku. "Gimana, Mir menurut lo?” Aku kembali tersadar. Masih bingung deng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN