Akhirnya, Kami Berhasil

595 Kata

Setelah pengantar kue itu pergi, aku dan Ayu menunggu sekitar sepuluh menit. Ingin melihat dulu bagaimana reaksi Dewi saat tahu kita tak bisa datang tepat waktu. Untung jarak kami agak jauh, jadi mau bicara apa pun ia tak akan mendengar. Tadi saja aku harus teleponan saat bocah itu yqng mendekati, ingin memastikan saja kalau dia benar-benar menyampaikan dengan baik. “Ke sana kapan, nih, Mir?” tanya Ayu, setelah berhasil meniup balon berisi guntingan kertas kecil-kecil. Aku menengok seraya mengacungkan jempol. “Ayo, sekarang!” Akhirnya, kami melangkah dengan mengendap-endap. Terkesan seperti maling memang. Tujuannya agar Dewi tak mendengar langkah kaku kami meskipun suara angin malam begitu menghanyutkan. Makin dekat dengan kursi, kami makin hati-hati. Aku bertugas membawa kamera untuk m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN