Mendekati

495 Kata

"Kakak nunggu temannya, ya?” tanya anak kecil itu pada Dewi. Aku dan Ayu memantau mereka dari jarak jauh dengan bersembunyi di balik pohon palem. “Iya. kok tahu?" “Tadi sore mereka berpesan sama saya, katanya datang telat.” Dewi terkejut, aku menahan tawa dari sini. “Tadi bilang telat berapa jam nggak, Dek?” Bocah yang aku dan Ayu suruh itu menggeleng dengan polosnya. “Nggak, Kak. Mereka cuma bilang bisa datang lewat jam 10, kurang dari itu nggak bisa. Salah satu dari mereka juga bilang kalau Kakak nggak boleh pergi sebelum mereka datang, soalnya kakak-kakak itu malam ini enggak bisa pegang HP.” Dewi melongo, aku yakin ia tak menyangka akan seperti ini. Jelas saja, Ia sangat antusias saat tadi siang aku dan Ayu mengajaknya jalan. Kami berdua saling pandang, lalu tersenyum puas. Terleb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN