"Assalamualaikum!" Ketukan pintu disertai ucapan salam dari luar, membuatku menghentikan aktivitas membalas pesan customer. “Wa'alaikumussalam. " Begitu pintu dibuka, Mbak Yuni Sudah berdiri di sana. "lo katanya sakit. Sakit apa?" tanyanya seraya menempelkan punggung tangan di dahiku. Wajahnya terlihat khawatir, tetapi kemudian tersenyum. "Syukur udah nggak panas,” katanya, lagi. "Nih, gue beliin bubur kacang ijo. lo udah sehat, kan? kalau gitu Gue langsung ke kamar." Tanpa menunggu jawaban, ia berbalik setelah kantong kresek itu kuterima. "Makasih Mbak." Mbak Yuni berhenti. “Soal semalam, enggak usah dipikirin. Lo ada benarnya dan gue emang harus hati-hati.” Setelahnya, ia meneruskan langkah. Aku tertegun. Barusan itu Mbak Yuni—Kakak yang selalu menyebalkan? Kalau kemarin-kemarin s

