Bukan Dari Kak El?

365 Kata

Tiga hari terakhir setelah cokelat itu kuterima, hari ini aku akan menyelidiki siapa pengirimnya. Bukan tak bersyukur karena ada orang baik, tetapi aku sedikit risi dengan godaan teman-teman sekelas. Kalau memang dari Kak El, aku pasti bahagia saat mereka mengatakan aku beruntung. Berhubung belum jelas asal-usul pengirim itu, aku harus hati-hati. Meski sinar mentari belum terlalu panas seperti pada jam 7, aku telah berada di dalam kelas. Dwmi melancarkan aksi, aku sengaja duduk di kursi paling belakang untuk sementara. Agar begitu orang yang setiap harinya meletakkan barang, aku bisa melihat dengan mata kepala sendiri siapa orangnya. Keraguan ini muncul ketika kotak beberapa hari yang lalu kubuka. Isinya berupa ajakan jalan pada malam harinya. Sayangnya, aku baru sempat membuka kemarin l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN