Sesampai di kos, aku dan Ayu langsung membersihkan tubuh dan berganti pakaian. Ya, ini memang harus dilakukan. Virus makin ganas, apalagi muncul varian baru yang namanya asing di telinga. Delta, Omicron, dan lainnya. Selesai itu, kami memutuskan memasak mi instan. Kebetulan sedang ingin makan makanan instan sejuta umat itu. Aku memilih mi goreng, sedangkan Ayu mi kuah. Seperti biasa, kutambahkan bon cabe dua bungkus. Pedas adalah nikmat. “Lo kenapa, Mir? Hari ini kek nggak punya semangat hidup,” celetuk Ayu sembari membawa semangkuk mi ke depan. Aku menyusul sambil membawa sepiring mi goreng di tangan. “Biasa aja. Perasaan lo aja kali.” Ayu tak menjawab, ia lebih memilih berkutat dengan makanannya. Sementara aku, tiba-tiba teringat perkataan Dewi di toilet tadi. Bagaimana kalau ia tak

