Nora Mulai Berulah

1107 Kata

Keenan duduk di ruang prakteknya sambil memijat lembut pelipis kepalanya. Kejadian kemarin benar-benar membuatnya begitu kesal namun dia tidak memiliki kuasa untuk memberontak. Dihelakannya napasnya dengan kasar kemudian membuang tubuhnya yang lelah di sandaran kursinya. Tidak berapa lama, terdengar ketukan di pintu ruangannya. Keenan melihat ke arah pintunya yang kemudian memunculkan wajah seorang suster. “Apakah prakteknya sudah bisa dimulai pak?” tanya suster itu. Keenan bangkit kemudian melihat jam yang ada di pergelangan tangannya. “Sudah jam 11 siang. Mari kita mulai,” ucap Keenan. “Baik, Pak.” “Tunggu dulu,” ucap Keenan begitu perawat itu akan menutup pintu ruangan Keenan. “Ya, Pak?” perawat itu kembali masuk ke dalam ruangan itu. “Dimana Dian? Kenapa bukan dia yang bertugas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN