“Kamu masih ada praktek hari ini, Keenan?” tanya Aruna sambil menyeka sudut bibirnya, menghapus sisa makan siangnya yang mungkin menempel dengan sapu tangan. “Tidak ada. Ada apa, Aruna?” “Bisa temani aku membeli sesuatu?” tanya Aruna lagi sambil melihat ke arah Keenan. “Membeli sesuatu?” Aruna menganggukkan kepalanya. “Tentu saja. Aku akan menemanimu kemanapun kamu mau,” jawab Keenan sambil tersenyum. Keenan mengambil gelas air minum yang ada di dekatnya kemudian menegukknya beberapa kali. Aruna yang telah selesai menghabiskan makan siangnya terus memperhatikan Keenan. “Kita pergi sekarang?” tanya Keenan. “Boleh. Kamu sudah selesai?” “Sudah.” Keenan menganggukkan kepalanya, “Tunggu sebentar disini ya.” Keenan berdiri dari tempat duduknya kemudian berjalan meninggalkan Aruna. Sek

