“Keenan masih praktek ya, Dian?” tanya Aruna pada Dian yang sedang menyuapinya makan siang. “Iya, bu.” Dian menganggukkan kepalanya kemudian mengulurkan suapannya kembali kepada Aruna. Aruna menyambut suapan dari Dian. Makanan itu terasa hambar di dalam mulut Aruna namun sudah lebih baik dari pada kemarin. Hari ini rasa mual Aruna sudah lebih banyak berkurang. “Ibu mau bertemu dengan Pak Keenan?” tanya Dian. “Bukan. Tadi saya seperti mendengar suaranya. Apakah dia tadi datang?” “Iya, bu. Pak Keenan tadi datang sebentar untuk mengecek keadaan ibu saat ibu sedang tertidur lalu pergi lagi bekerja.” Aruna menganggukkan kepalanya. “Apakah makan siangnya masih banyak, Dian?” “Sekitar dua suapan lagi, Bu. Apakah ibu merasakan mual lagi?” tanya Dian sambil memperhatikan wajah Aruna. “Buka

