Aruna membuka matanya perlahan setelah mendengar suara pintu ruangannya tertutup. Calvin telah keluar dari ruangan itu. Aruna menangis tergugu. Air matanya mengalir deras membasahi pipi dan bantalnya. “Apa yang sebenarnya kamu cari, Calvin?” batin Aruna. Terdengar suara pintu terbuka dan langkah kaki seseorang mendekat ke arah Aruna. Dengan cepat Aruna menghapus air matanya dan kembali berpura tidur. “Ini Dian, Bu,” ucap Dian saat berada di dekat Aruna. Dia mengetahui bahwa Aruna hanya sedang berpura tidur karena melihat mata Aruna yang bergetar. Aruna membuka matanya perlahan kemudian melihat ke arah Dian. “Laki-laki itu sudah keluar,” ucap Dian sambil tersenyum dan mengelus pelan lengan Aruna. “Bisa tolong ambilkan air minum, Dian?” Aruna bangkit dari tidurnya dan duduk di sandaran

