Aruna Ingin Bercerai

1137 Kata

Pagi itu cuaca sedikit mendung. Aruna beberapa kali terbangun dari tidurnya semalam membuatnya sedikit merasa kusut pagi itu. Aruna terduduk di pinggiran tempat tidurnya sambil melihat ke arah luar dari jendela kamarnya. “Ibu sudah bangun?” tanya Dian yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi dengan memakai pakaian dinasnya. “Iya Dian.” Aruna menganggukkan kepalanya, “Kamu dinas pagi hari ini?” “Iya, Bu. Pak Keenan sebentar lagi akan datang. Nanti malam Dian lagi yang akan menjaga ibu.” Dian tersenyum ke arah Aruna sambil berjalan mendekati Aruna. “Kamu pasti lelah kan, Dian?” “Sama sekali gak bu. Memangnya Dian ngapain? Dian kan hanya menemani ibu. Malah Dian merasa senang banget di sini. Ngobrol dengan ibu itu mengasyikkan,” jawab Dian antusias. Aruna tersenyum mendengar jawaba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN