“Apakah kamu yakin bahwa itu adalah anak Calvin? Bukankah kamu sangat dekat dengan laki-laki lain belakangan ini,” ucap Nora sambil tersenyum sinis membalas hinaan yang di lontarkan Aruna padanya. “Aku tidak murahan sepertimu, Nora! Aku..” ucapan Aruna terputus. Dengan cepat Aruna menutup mulutnya dengan salah satu tangannya. Rasa mual itu merambat dengan cepat dari perut menuju mulut Aruna. Aruna mengeluarkan suara ingin muntah beberapa kali. Dian yang mendengar suara Aruna dari luar segera masuk ke dalam. “Ibu Aruna!” Dian berlari mendekati Aruna. Dengan cepat Dian mengambil sebuah tempat untuk menampung muntahan Aruna. Nora melihat ke sekelilingnya. “Ini kesempatan yang baik.” pikir Nora. Nora melihat sebuah gelas yang berisi air perasan jeruk diatas meja disamping tempat tidur A

