“Selamat pagi, Bu Aruna,” sapa Leona begitu Aruna tiba di kantornya. “Selamat pagi, Leona.” Aruna melangkahkan kakinya masuk ke dalam menuju lift direksi. Leona menekan tombol untuk membuka pintu lift kemudian mempersilahkan Aruna untuk masuk terlebih dahulu. “Calvin sudah datang?” tanya Aruna begitu masuk ke dalam lift. “Belum, Bu.” Aruna melihat jam yang ada dipergelangan tangannya. “Tidak biasanya jam segini dia belum datang,” batin Aruna. Pintu lift terbuka. Aruna dan Leona keluar dari lift dan berjalan menuju ruang kerja mereka. “Leona, sekretaris yang saya minta kemarin sudah ada?” tanya Aruna. “Hari ini akan diadakan interview beberapa kandidat yang sudah memasukkan lamarannya, Bu. Apakah ibu mau ikut menyeleksinya langsung?” “Tidak usah. Saya tidak cukup kuat untuk itu.

