Aruna berbaring di tempat tidurnya begitu selesai makan malam. Tubuhnya yang sedang ringkih begitu cepat merasakan lelah. Aruna merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur dan netranya menatap langit-langit kamarnya. Lamunan Aruna buyar tatkala pintu kamarnya tiba-tiba di ketuk oleh seseorang dengan menggebu-gebu. Dengan perlahan Aruna bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju pintu kamarnya. “Non, tolong buka pintunya non.” Terdengar suara Anna di depan pintu kamar Aruna. Seketika Aruna khawatir mendengar suara Anna yang panik dibalik pintu. “Apa yang sedang terjadi?” pikir Aruna berusaha mempercepat gerakannya yang sudah mulai terhambay karena kehamilannya yang sudah mulai membesar. “Ada apa, Bik? Kenapa panik begitu?” tanya Aruna begitu membuka pintu kamarnya. “Itu non, anu, Tuan dat

