Aruna duduk sambil menonton televisi. Ditangannya sudah ada buah jeruk yang sedang di kupasnya. Aroma dari jeruk itu membuat Aruna nyaman dan rasa asam manis dari jeruk itu membuat lidah Aruna tenang. “Ternyata jeruk ini pawang dari rasa mualku,” batin Aruna sambil tersenyum. Tiba-tiba ponselnya berdering. Tatapan Aruna beralih ke benda pipih yang ada di atas meja. Di ambilnya benda pipih itu dan melihat nama yang tertera di layar ponselnya. “Calvin? Kenapa dia menelponku?” Batin Aruna bingung. Dengan cepat diangkat panggilan telepon dari suaminya itu. “Ada apa, Calvin?” tanya Aruna. “Kamu sudah sarapan?” Aruna tersenyum. Hal ini sangat jarang terjadi. “Apa dia benar-benar sedang mengkhawatirkan aku?” gumam Aruna. “Aruna?” panggil Calvin karena tak kunjung mendapatkan jawaban.

