Sama Pentingnya

1087 Kata

Aruna terbangun dari tidurnya. Entah karena penyakitnya atau memang bawaan kehamilannya, Aruna merasa mualnya kian hari kian menjadi. Setiap kali dia membuka matanya dari tidur atau sedang sekedar mencium aroma bumbu masakan, rasa mual itu seakan menggulung besar di dalam mulutnya, mendesak ingin keluar. Bahkan aroma parfum yang biasa di pakai oleh suaminya pun terasa begitu menyengat dan memuakkan bagi Aruna. “Kamu sudah bangun?” tanya Calvin yang sedang bersiap pergi ke kantor. Dia sudah berpakaian rapi, hanya tinggal mengoreksi penampilannya di depan cermin. “Ya,” jawab Aruna pelan dengan suara parau khas bangun tidur. Calvin berjalan mendekati Aruna dan duduk di tepi ranjang. Tangannya memengangi kening Aruna untuk mengecek suhu istrinya itu. Namun dengan cepat Aruna menutup hidungn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN