"Dari hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium, fisik Ibu Aruna siap untuk melakukan proses kemoterapi," ucap Profesor Hanif yang datang keruangan rawat inap Aruna. "Syukurlah." Aruna menghela napas lega. Walaupun sebenarnya Aruna masih takut menjalani kemoterapi ini, namun keinginannya untuk berumur lebih panjang mampu menumbuhkan semangat di dalam hatinya. Keenan tampak terus menggenggam tangan Aruna sambil sesekali tersenyum pada Aruna. "Apakah ibu Arina ada keluhan hari ini? Bagaimana dengan istirahatnya semalam?" Tanya Profesor Hanif. "Saya tidak merasakan keluhan apapun hari ini dokter. Obat mual dan nyeri semalam membuat saya tidur dengan nyenyak tanpa terganggu sedikitpun." "Baiklah. Kemungkinan kita bisa memulai kemoterapi pertama hari ini. Apakah ibu Aruna sudah siap?" A

