“Boleh aku masuk?” tanya Calvin. Aruna yang berdiri terdiam di pintu tersadar. Walaupun sebenarnya dia sedang ingin menikmati ketenangan sendiri di rumah itu, namun tidak mungkin Aruna sanggup mengusir Calvin dengan wajah seperti itu. “Masuklah.” Aruna membuka lebar pintu rumahnya dan membiarkan Calvin untuk masuk. Aruna duduk di sofa ruang tamu diikuti oleh Calvin yang duduk tepat di sofa lain yang berada di dekat Aruna. Calvin melihat ke sekeliling ruangan itu. Ruangan yang dulu begitu akrab dengannya. Ruangan yang begitu hangat dan nyaman bagi Calvin dan Aruna setiap hari. “Bagaimana kamu tahu kalau aku berada disini?” tanya Aruna membuyarkan angan yang sedang bermain di pikiran Calvin. “Aku mencarimu di rumah sakit. Mereka bilang bahwa kamu sudah pulang. Aku pulang ke rumah kita

