Keenan berjalan menuju ruangan Aruna. Semalam Aruna menghubunginya, meminta tolong agar Keenan datang ke ruangannya jika waktunya senggang. Bukan Keenan namanya jika tidak bisa membuat waktu untuk Aruna. Keenan mengetuk pintu ruangan Aruna, setelah itu membuka kenop pintunya. Aruna yang sedang berdiri memandang ke luar dari jendela ruangannya pun spontan membalikkan tubuhnya. “Keenan,” panggil Aruna. Keenan tersenyum kemudian berjalan mendekati Aruna. “Kamu sendirian? Mana Calvin?” tanya Keenan sambil melihat ke sekitarnya mencari keberadaan Calvin. Aruna menatap Keenan beberapa saat kemudian menundukkan kepalanya sekilas sambil tersenyum getir. “Dia memang tidak disini lagi, Keenan,” jawab Aruna. “Kenapa?” Keenan menatap Aruna bingung. Batinnya sudah merasakan ada hal yang tidak b

