Disepak Kuda

1120 Kata

“Alma, jangan lari-lari, nanti kamu jatuh,” teriak Inge penuh basa-basi busuk. “Aku ingin mengucapkan selamat pada suamiku! Sudah kubilang, suamiku atlit kuda, Bu!” sangar Alma, menyeringai sinis pada Inge. “Iya, Sayang! Ibu mengerti. Tapi, kamu masih sakit, nih. Kakimu itu lho, kalau nanti terkilir gimana. Pelan-pelan aja. Gak usah lari,” Inge mengingatkan. Setelah Adjie memenangkan pertandingan ini, Inge jadi agak baik pada Alma. ‘Bagaimana ini? Anakku kalah,” kata Inge lirih. “Mau Adjie yang menang, atau Dennis yang menang, Ibu tetap menang kan? Keduanya anak Ibu, kok!” Kata-kata Alma tadi terngiang kembali. “Tidak! Adjie bukan anakku!” Inge melihat Adjie yang tampak sangat gagah dengan kuda, yang bahkan bukan kuda jagoan. “Kuda k*****t!” desis Alma. Dia tidak percaya anaknya dik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN