“Iya, rahasia perusahaan. Kamu tidak boleh ke tempat masaknya,” kata Alma. “Boleh, dong, please!” kata Adjie. Dan Alma tak mampu menyembunyikan tawanya. Please? Oh my God. Darimana dia tahu kata-kata itu. “Heh, kenapa kamu menertawakan aku, Adinda? Apanya yang lucu? Apa reslitingku kubuka, sehingga itu tampak lucu,” kata Adjie polos. Wajah Alma langsung merah padam seketika. “Hush, gak sopan!” “Kenapa? Kamu kaget ya, karena aku tahu resliting! Ya, benda di kerajaanmu itu memang merepotkan! Punyaku kemarin kejepit resliting. Sakit sekali, Dinda. Perih sekali!” kata Adjie melanjutkan cerita konyolnya. Alma menutup mukanya dengan kedua telapak tangan. Sungguh, cerita Adjie ini memalukan, karena diceritaka di hadapan para pengunjung pujasera, yang sebagian adalah wanita muda yang haus

