"Kau bodoh Put, ada gadis baik di depanmu eh malah kau diam saja, tidak mengambil kesempatan agar dia tertarik denganmu, aku yakin seandainya kau gigih ia akan sangat tergantung padamu, apa lagi kau yang menolongnya, eh malah masih berharap pada wanita gatal itu." Palupi terlihat jengkel saat tadi di kantor ia lagi-lagi bertemu Jenni dan mengusirnya saat tahu wanita itu ingin bertemu Putra. "Dia tak malu mendatangimu ke kantor, ia pikir aku tak ikut ke sini, dasar w************n, aku yakin ia ingin tidur denganmu, aku yakin itu." Putra diam saja dan ingatannya kembali saat Jenni menciuminya dengan rakus. Putra masih di ruangannya, di depan komputer dan sesekali menatap mamanya yang terus bicara tentang Jenni. "Cobalah dekati Atikah, aku suka anak tak banyak bicara itu, dia sopan dan yan

