42

1103 Kata

Akhirnya pernikahan Angkasa dan Atikah selesai dilaksanakan di rumah keluarga Putra, ada rasa haru dan sedih karena sepanjang pelaksanaan akad nikah Atikah menangis. Ia ingat kedua orang tuanya juga mengingat nasib buruk yang menimpanya sejak kedua orang tuanya meninggal. Sampai sesi foto pun Atikah masih saja terlihat sedih, beberapa kali perias menyempurnakan riasannya lagi. Beruntung adik papa Atikah bisa hadir untuk menjadi wali, meski kurang sehat ia menyempatkan hadir, saat itu juga mereka saling bertangisan sambil melepas rindu. Setelah acara usai adik Atikah segera kembali ke Singapura. "Kalian ingat pesan Om Atikah tadi?" Putra mendudukkan Angkasa dan Atikah setelah acara usai dan tamu telah pulang. "Tentang apa Kak?" Atikah mencoba mengingat. "Bahwa perusahaan sepenuhnya agar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN