41

1006 Kata

"Kau sudah bahagia dengan Yustisia, Gus, sedang aku masih saja seperti ini." Putra kembali menemui Gustav yang hari itu ternyata sudah persiapan pulang. "Kau akan menemukan bahagiamu meski bukan dengan Jenni." Gustav menepuk bahu sahabatnya. "Yah aku tak lagi bisa berharap bersatu dengan Jenni, terlalu banyak yang aku pikirkan, mama, perusahaan, karyawan yang banyak dan anak Jenni juga, aku kan harus realistis Gus meski cinta mati." "Ada apa? Mengapa kau tak bisa berharap banyak?" Gustav duduk di dekat Putra. "Pengacara keluarga suaminya menemuiku, mereka mengatakan jika aku masih saja bertemu sembunyi-sembunyi dengan Jenni, perusahaanku akan dibuat kalang-kabut, aku bukannya takut pada ancaman itu, aku lebih mikir pada kondisi kesehatan mama, nasib karyawan yang banyak, kekayannya da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN