"Ada apa kau ingin bertemu aku, Tika?" Angkasa berusaha pelan dan sabar karena terkadang Atikah agak lama meresponnya. Mereka kembali duduk di teras rumah keluarga Putra, berhadapan dengan halaman luas dan rimbunnya tanaman hijau yang menyejukkan mata. "Hanya ingin mengingatkan kakak lagi, kalo aku ... aku butuh waktu untuk hal yang satu itu, aku bisa melakukan apa saja, memasak, mencuci, membersikan rumah ..." "Aku tidak sedang mencari pembantu Tika, aku ingin kau ada di sisiku, menemaniku." "Iya aku tahu, tapi sebagai seorang istri nantinya aku harus bisa melakukan itu." "Tidak wajib bagi aku Tika, kau mau belajar dan bertahan di sampingku itu sudah cukup." "Tapi aku masih takut untuk yang satu itu, untuk kewajiban batin aku masih ..." "Nggak papa, nggak udah mikir itu dulu, aku b

