51

1006 Kata

Sudah beberapa hari ini Angkasa merasa jika Dian tak terlalu mengejarnya lagi. Tetap bekerja dengan rajin, hanya tatapannya sering tertuju padanya, kadang tajam, kadang sendu atau bahkan memelas, tapi Angkasa biarkan saja, selama ia tak menggangu Angkasa tak akan berkomentar apapun. "Gue tenang sekarang Jef Dian gak kegatelen lagi ke gue." Angkasa memulai percakapan saat mereka makan siang di rumah makan yang ada di seberang kantor mereka. "Tenang aja, gue yang pegang tu anak, biar buat gue aja ya Ang, gue kesepian bener sejak mama lu ngilang, ternyata gue kangen dia juga, bukan cuman tubuhnya Ang tapi ngga tau kayak ada yang hilang mungkin karena dah lama temenan." Suara Jefri terdengar serius. Angkasa kaget karena ia betul-betul tak tahu menahu kabar Julia. "Emang dia kemana?" "Gak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN