Bab 45

1067 Kata

Aira pulang dengan wajah lelah. Hari ini dia sibuk sekali hingga pulang larut malam. Lampu ruang tamu yang dimatikan. Mungkin penghuninya sudah pada tidur. Namun, saat dia melangkahkan kaki menuju kamarnya. Terdengar suara ingaguan dan suara orang seperti kedinginan. Bukannya merinding ketakutan, dia malah segera cepat melangkahkan kaki memasuki kamarnya. Tampak Gibran berselimut tebal dan meringkuk. Aira menghela nafas lelah, dia memegang dahi Gibran yang terasa panas. Kenapa lelaki itu tak bilang kepadanya jika sedang sakit. Seharusnya tadi menelfonnya, dia pasti akan menyempatkan waktu untuk pulang. Mana tega dia membiarkan Gibran melalui semua ini sendiri. Sang pengasuh pasti sibuk mengurus Naura yang memang cukup rewel akhir-akhir ini. Dia tahu karena kurangnya kasih sayang membuat N

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN