"Menemui siapa?" tanya Safir. Keningnya berkerut tebal. "Berlian." "Kapan?" "Tadi siang, aku menunjukkan padanya rekaman itu." ujar Ruby. Safir menarik nafas panjang menatap Ruby dengan tatapan tidak percaya. "Lalu?" tanya Safir. Ruby memeluk Safir meletakkan kepalanya di dαda suaminya "Dia nggak terima aku katai jalang, terus dia nampar Ruby." "Apa?" Sontak Safir melepas pelukan Ruby. Menangkup wajah Ruby dengan kedua telapak tangannya. Menatap istrinya cemas. "Wanita itu menamparmu?" "Nggak apa-apa, kak. Aku berhasil membuat hatinya buruk. Pukulan yang paling menyakitkan itu kan perkataan. Itu sebabnya dia menamparku, karena merasa sakit hati." "Tetap aja aku nggak terima dia memukulmu. Aku harus kembali kesana dan membalasnya." "Ruby nggak mau kau kesana. Kita angga

