"Sini alamat Berlian." "Buat apa, Hun. Kamu udah lihat isi rekaman itu dan gak terjadi apa-apa." "kakak! Nggak terjadi apa-apa?" Ruby melemparkan tatapan tajam pada suaminya. Detak nafasnya naik turun. Penuh emosi. "Dia menggerayangimu. Ruby nggak terima." ucapnya dengan nada kesal. "Intinya kakak nggak menyentuh dia Honey. Biar aku yang menyelesaikan masalah ini. Ini urusan kakak. Kau tahu aku yang dirugikan." ujar Safir mengusap belakang lehernya. ia sangat malu dengan isi rekaman itu. "Dasar payah."Tukas Ruby membuka pintu mobil berniat keluar. "Honey." Safir menahan tangan Ruby supaya tetap duduk di tempatnya. "Aku minta maaf nggak langsung cerita sama kamu masalah ini. Aku pikir masalah ini tidak perlu kamu tahu. Kakak berusaha menutupinya tapi, hasilnya tidak bagus. Berlian

