"Aahhh …."Desahan kecil keluar dari mulutnya begitu Safir melepas ciumannya. Pria itu menuju leher Ruby, menyapukan lidahnya disana. Mencecap dan menghisap kulitnya. Tangannya merambat naik ke atas d**a Ruby, menyentuh puncak yang masih tersimpan rapi dalam tempatnya. "Honey …," Safir memohon dengan nafas tersengal-sengal. Ruby menggeleng, menolak. "Kenapa?Kau juga menginginkannya?" tanya Safir, kembali melumat bibir Ruby. Mencecap rakus, tangannya kembali masuk ke dalam kaos Ruby menaikkan kain itu ke atas hingga perut datar Ruby terpampang tanpa penghalang. Safir turun mencium dagu, leher, kemudian beralih pada perut datar Ruby. Menyapukan lidahnya di pusar Ruby. "Ahhh," lenguh Ruby menggeliat, merasakan keanehan pada dirinya sendiri. Tidak tahan lagi, ia menjambak kuat rambut Sa

