ADIK IPAR-44

1514 Kata

Ruby meremas rambut Safir, sangat kuat. Air matanya menitik pasrah. Suaminya menyiksanya dengan ciuman kasar. Ruby tahu ada sesuatu yang mengganggu pikiran Safir. Dia selalu begitu setiap kali marah padanya, tapi kali ini ciuman itu menyakitinya. Safir melepas ciuman itu berpindah pada ceruk leher Ruby. Diam disana, kedua tangannya memeluk Ruby sangat erat. "Apa Ruby melakukan kesalahan?" tanya Ruby, merasakan kedua tangan Safir memeluknya erat seolah ingin mematahkan tulang punggungnya. Safir menjauhkan kepalanya dari ceruk leher istrinya. Melihat wajah bingung Ruby. "Kau membodohi ku," gumamnya. Ruby mengerutkan keningnya bingung. Pasalnya ia tidak tahu apa yang maksud ucapan Safir. "Apa maksudnya?" "Jujur aja By. Kau tidak perlu membohongiku dengan berpura-pura melepas Topaz

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN