ADIK IPAR-46

2071 Kata

Dalam restoran ruangan privasi, Safir duduk menunggu di meja bundar berhias lilin menjadi penerang ruangan itu. Dua buah gelas bertangkai dan peralatan makan lainnya sudah tertata rapi di meja. Safir mengamati buket mawar seratus tangkai untuk istrinya. Kencan pertamanya dengan Ruby harus berkesan dan menjadi kenangan bagi Ruby. Sebelumnya ia sudah mengatur waktunya. Untuk berkencan dengan istrinya. Flashback beberapa jam yang lalu. Setelah gaun yang dipesan tiba di ruang kerjanya. Ia memeriksa hasilnya, kemudian menyimpan gaun itu ke dalam kotaknya dan menuliskan pesan untuk Ruby. Safir mengirim paket melalui ojek online lalu menelpon Kalimaya. "Halo, Bu," sapa Safir begitu Kalimaya mengangkatnya. "Iya, Fir ada apa, nak?" "Bu, Safir mau minta tolong," ucap Safir dengan na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN