Sebanyak apapun aku membalikkan lembaran cerita, part tentangmu adalah bagian terindah yang sejauh apapun aku menggeser,aku akan kembali kesana. Sekedar mengulang dan tersenyum ternyata aku pernah benar-benar bahagia. "Gak capek berburuk sangka mulu sama gue?" tanya Cleyrin dengan wajah masam, menyiratkan sebuah kekecewaan di sana. "Bukannya gue berburuk sangka sama Lo tapi---" "Tapi apa? Curiga?" Sebelum Clayrin bisa berbicara, Cleyrin memotong ucapannya. "Ini adalah hidup gue dan gue mohon banget yang sebesar-besarnya sama Lo untuk berhenti berpikir yang tidak-tidak sama gue. Lo tenang saja,gak sampai dua bulan lagi gue bakal pergi dari rumah ini. Lo bisa bebas setelahnya tanpa gangguan gue." "Lo---" "Sahabat gue menunggu di kamar,gue duluan ya." Memegangi pelipisnya yang tiba-tib

