Perbandingan

1901 Kata
You can't be perfect baby,cause nobody perfect darling. You are strong,you are wise. Fighting~Hidden "Muka kamu pucat banget Clayrin,kamu gapapa kan?" Noela putri, sahabat karib dari Clayrin. Pandangannya cemas tak sekalipun dia berpaling dari sahabatnya itu. Wajahnya sangat pucat, rambutnya yang tadinya sangat rapi mendadak berantakan, tidak lupa dengan tubuhnya yang sekarang menggigil. "I'm okey." Ucap Clayrin kecil. Kembali menundukkan kepalanya di atas meja, Clayrin merasakan kepalanya sudah hampir pecah saja. "OMG Clayrin! Muka kamu pucat banget lho,kamu sakit kan? Ayo kita ke UKS. Sekarang juga!!" Kali ini dengan gadis yang berbeda. Teriakan keras darinya mengundang perhatian dari seisi kelas, teman-teman Clayrin. "Itu makanya." Keluh nya. "Tapi Clayrin bilang dia gapapa Cel,gue juga khawatir banget nih. Paksa lah dia," Noela mengadu pada Celsie agar Clayrin mau di ajak kerumah sakit. "Manusia kayak Clayrin itu gak bisa di ajak secara lembut Noela.....Apapun keadaannya dia bakal bilang kalau dia baik-baik saja. Nih ya,gue perjelas!! bahkan sampai azal menjemputnya, Clayrin akan selalu bilang i'm fine. Kesel gue lama-lama denger nya," Oceh Celsie dengan suara tinggi. Sedari Celsie menghabiskan waktu di ruang OSIS, mengingat gadis itu memasuki OSIS untuk menikmati masa gabut nya jadi tidak punya waktu banyak bersama teman-temannya. "You sick Clay? your pretty face changeg." "Ke UKS aja yuk Clay," "Kamu gapapa kan Clay,?" "Are you okay girl?" "Kenapa malah nanya sih,bawa Clayrin ke ruang kesehatan yuk, jangan sampai Clayrin pingsan disini." Ucapnya Mendengar pembicaraan Celsie yang terbilang sangat menggema,seisi kelas berbondong-bondong menuju bangku tempat Clayrin duduk. Wajah cemas sekaligus khawatir dengan Clayrin mulai terlihat dari mereka semua. Teman-teman Clayrin sangat menyayangi Clayrin, seperti yang Cleyrin bilang kalau seisi dunia ini begitu memperhatikan Clayrin dalam kondisi sekecil apapun. Lantas apalagi alasan untuk Clayrin agar menyerah? Clayrin hanya bisa tersenyum canggung. Selalu saja seperti ini, teman-temannya selalu bersikap seolah Clayrin adalah gadis yang harus dijaga ketat. Goresan kecil di tangan Clayrin pun mengundang kekhwatiran yang berlebih-lebihan dari mereka. Clayrin memang terkenal dengan sikapnya yang ramah. Gadis primadona sekolah, pintar, sangat berbakat dan tentunya sangat cantik. Tak heran banyak orang yang menyukainya, sifatnya yang lembut membuat kaum Adam tergila-gila pada nya. Tapi ada satu hal yang membuat gadis itu sangat dijaga protektif oleh teman-temannya, yaitu tubuhnya yang lemah. Disela kelebihan yang Clayrin punya ternya memang setiap manusia pasti mempunyai kekurangannya seperti Clayrin sendiri. Wajahnya akan berubah menjadi sangat pucat jika sudah kelamaan berjemur di bawah sinar matahari. Clayrin juga tidak bisa melakukan pekerjaan yang berat karena itu akan membahayakan kesehatan nya. Selain itu,hal seperti ini juga sering terjadi---Clayrin akan merasa kesakitan tanpa sebab yang membuat banyak orang khawatir padanya. Tidak bisa menolak lagi, Clayrin hanya bisa pasrah saat Celsie dan Noela menarik tangan nya dengan paksa ke UKS. Clayrin harus beristirahat demi kesehatan tubuhnya. ********* "Do you like NCT? You Nctzen right?" Tanya Shery ditengah pembicaraan mereka. Sekarang mereka bertiga berjalan di koridor menuju kantin. Tidak peduli dengan suara tawa yang terdengar sangat cempreng dan intonasi suara mereka yang sangat keras mengundang perhatian dari para penghuni koridor. Cleyrin sedikit terkejut mendengar pertanyaan Shery. Bagaimana mungkin gadis itu mengetahui Cleyrin seorang K-Pop fans sedangkan Cleyrin belum bercerita,mereka juga baru kenal sekarang!! Hari ini bahkan. Tak membiarkan pertanyaan itu lama menganggukkan kepalanya, Cleyrin mengangguk sambil mengambil permen karet dari saku rok nya lalu membagi pada Karyne dan Shery. "Lo tahu darimana? Does my face show that I like Nct?" Tanya Cleyrin pede. "No. Gue lihat gantungan kunci tas Lo and then wallpaper ponsel Lo. accidentally!!" Shery tersenyum jengkel,menatap Cleyrin yang sekarang menggeleng-gelengkan kepalanya sedikit kesal. "Your eyes are very sharp," hanya itu yang dapat Cleyrin ucapkan. Entah dosa apa yang Cleyrin lakukan di masa lalu sehinggaingga mempunyai teman seperti Shery. Ini baru hari pertama, tidak tahu untuk esok, nanti dan sampai tamat. Cleyrin hanya bisa berdoa semoga dirinya sanggup menjalani hidup yang semakin berat ini. Ketiganya mengambil meja yang berada disudut kantin. Seperti tadi, banyak mata menatap mereka binggung atau lebih tepatnya menatap Cleyrin dengan jiwa yang sangat penasaran. Sepertinya mereka sangat terkejut melihat model rambut panjang yang bergelombang itu, tidak lupa dengan warna rambut yang belum sempat Cleyrin ubah menjadi hitam. "You dye your hair Clayrin? I do not expect," Tanya seorang siswi sedikit terkejut. Dia tersenyum manis menatap Cleyrin. Cleyrin hanya bisa diam tidak berkutik. Tiba-tiba sebuah pikirin melayang-layang di telinga Cleyrin, sebegitu terkenalnya Clayrin di sekolah ini sampai-sampai gaya rambut nya saja sudah dihapal oleh banyak siswa-siswi. Pantas saja Clayrin tidak suka kalau Cleyrin bersekolah di tempat yang sama dengan nya. Bisa-bisa reputasi Clayrin rusak karena jiwa b***t Cleyrin yang bisa keluar kapan saja Cleyrin mau. "She's not Clayrin. Cleyrin,TWIN!! YOU KNOW TWINS?" Karyne angkat suara. Keadaan yang awalnya ramai mendadak sepi tak berpenduduk. "Twin? Clayrin have TWINS?" Mata gadis itu membulat sempurna. Cleyrin tidak sanggup lagi dengan kecanggungan ini karena sejujurnya Cleyrin tidak pernah merasa canggung sedikitpun. Cleyrin paling tidak suka menjadi pusat perhatian dan sekarang Cleyrin menjadi pusat perhatian. Untuk menjaga citranya di hari pertama,Cleyrin berusaha sabar dan tidak tersulut emosi. Cleyrin tidak suka kerumunan apalagi sang pemeran utama dalam kerumunan ini adalah dia sendiri. Shery yang merasa tidak enak tidak tinggal diam. Sebelum Cleyrin membuat suara, Shery angat suara terlebih dahulu. "Please go back to your place, you make Cleyrin not calm on the first day," Shery menatap tidak senang pada gadis itu, keduanya beradu tatapan. "Their faces are the same, but it doesn't seem to be with his nature," "That's right. by seeing it alone we can know," "Wow!!" "Pretty girls," Cleyrin mengumpat dalam hati mendengar pembicaraan para siswa-siswi yang berada di kantin terhadap dirinya. Manik coklatnya berputar kesal. Bangkit dari tempatnya kemudian menyilangkan tangannya di depan d**a. "Come back to your place please," Ucap Cleyrin datar. Alis nya terangkat,gadis itu tersenyum sinis dibuatnya. "Wow!! Gue cuman mau berkenalan sama Lo tapi sif--- Ah oke," Pasrah nya. "Sepertinya Lo sangat berbeda dengan Clayrin," Katanya lalu pergi begitu saja. "Damn!!" Ingin sekali Cleyrin melontarkan kata itu. Tidak dirumah, tidak di sekolah semua sama saja. Cleyrin hanya dibanding-bandingkan dengan orang yang sama. Tidak adakah sosok lain selain Clayrin? Rasanya Cleyrin muak dengan ini semua, Clayrin adalah malapetaka bagi Cleyrin. "Ga usah di dengerin Cleyrin,siswi disini memang gitu semua sifat nya," Ucap Karyne menenangkan. Memegang bahu Cleyrin untuk menenangkan gadis itu. "Gue juga gitu dulu tapi yaudah,namanya juga julid,haha" Tambah Shery sambil tertawa renyah. Cleyrin mengerutkan keningnya. Merasa ada yang ambigu dalam ucapan Shery. "Maksud Lo?" Shery meneguk juice miliknya kemudian menatap Cleyrin lekat. "Gue juga pindahan dari Jepang,secara gue itu cantiknya kebangetan banyak yang julid sama gue. Hari pertama sekolah sangat tidak mengesankan, untung aja gue kenal sama Karyne jadi gue aman." Jelas Shery mengingat masa pertama masuk sekolah ditempat ini. Cleyrin ber-oh-ria tapi tentu saja kan cerita Shery berbeda dengan dirinya? Ini tentang dua gadis kembar dengan kepribadian yang berbeda yang tidak tau tempat selalu dijadikan perbandingan. Uh, Cleyrin resah. Mengapa harus terlahir kembar? Tidak bisakah Clayrin lahir sendiri dulu atau Cleyrin menunggu waktunya? Asalkan jangan kembar, Cleyrin tidak suka. "Shery nampak bergumam. "Mending kita cerita tentang Nct aja deh. Tahun berapa Lo jadi Nctzen? Lo punya Lightstick? Album? PC? And--" "Stop dude! Kalau orang baru bertemu yang pertama kali di tanya adalah "Kenapa pindah? Gimana sekolah nya? Rumah dimana? Bukan malah nanya tentang NCT!! ALRIGHT BABY? Cleyrin malah ilfeel sama Lo," Ucap Karyne dengan tegasnya. Kata-kata pedas nya membuat Shery menutup telinganya rapat. "Udah selesai ngomong nya hmm..?" Shery menatap Karyne dengan senyum menantang. Kemudian beralih ke Cleyrin yang malah sibuk dengan ponselnya. "Sampai mana tadi?" Cleyrin balik bertanya dengan polosnya. Shery dan Karyne hanya bisa saling pandang. Rasa kesal+lucu terhadap tingkah Cleyrin, rasanya mereka ingin mencampakkan Cleyrin saat ini juga ke laut lepas. ***** Saat pertama kali memasuki rumah berlantai tiga ini pemandangan tiga manusia yang sedang berbincang bahagia, serta seorang gadis dalam pangkuan seorang wanita sedang bergelut manja adalah hal yang pertama kali Cleyrin nampak. "Tumbenan belum pergi" Batin Cleyrin bertanya-tanya. Cleyrin melewati mereka acuh bagai orang-orang itu tidak ada di sana, bagaimanapun Cleyrin sudah terbiasa jadi apalagi yang bisa Cleyrin lakukan selain pura-pura abai padahal rasanya sakit sekali? "Gimana sekolah nya Cleyrin? Kamu tidak membuat masalah hari ini?" Pertanyaan itu menghentikan langkah Cleyrin secara spontan. "Emang kenapa? Mau lihat gue bikin masalah lagi?" Tanya Cleyrin lantang. Seperti biasa juga, Cleyrin suka sekali mencari gara-gara. Carlos menggeleng kepalanya kesal,semakin lama sifat gadis itu semakin merajalela. Berbeda dengan Rose, saat suara pintu dibuka saja, senyuman di bibirnya mendadak sirna seolah tahu siapa yang datang. "Lo bisa nggak sih sopan sekali aja waktu ngomong sama Mama Papa?" Clayrin membuka suara. Keduanya beradu tatap,pandangan kebencian dari keduanya saling bertemu. Clayrin menasehati Cleyrin? Haha rasanya lucu sekali--- siapa dia bisa melakukan itu pada seorang Cleyrin? "Kalau enggak Lo mau apa?" Tantang Cleyrin. "Lo---" "Sudah-sudah," Relai Rose sebelum keributan semakin panjang. "Clayrin sayang kamu ga perlu ngeladenin dia,biar saja dia berkembang seperti yang dia tanam. Karena apa yang dia tanam itulah yang akan dia tuai" Sinis Rose dengan ucapan mantap. Cleyrin menatap Clayrin dan Rose bergantian. Jangan salah kan Cleyrin, jangan salahkan segalanya berubah dari seorang Cleyrin. Jangan tanyakan mengapa, Mungkin hal yang sedang terjadi saat ini adalah salah satu dari beribu alasan mengapa. Cleyrin pergi begitu saja. Menelusuri anak tangga dan menutup pintu kamar nya dengan sangat keras. Cleyrin benci keluarga, jika Tuhan memberi pilihan untuk sebuah kehilangan maka dengan mantap Cleyrin akan mengatakan bahwa dia ingin menghilang sebuah keluarga dari kehidupannya. Apa gunanya keluarga untuk Cleyrin? Mereka menanam luka dan Cleyrin yang menuai nya namun mereka bertingkah seolah Cleyrin lah yang menanam segalanya. Cleyrin benci itu. ****** 15:20 Clayrin menangis di balik pintu kamar. Kejadian ini akan selalu terjadi saat Mama dan Papa harus pergi lagi. Bisnis mereka yang semakin berkembang membuat mereka jarang pulang. Rasanya Clayrin sangat kesepian,Clayrin rindu masa kecil dulu. Masa dimana Mama dan Papa selalu ada untuk nya, membacakan dongeng sebelum tidur untuk nya, mengelus rambut nya, memeluk nya, tidur di sampingnya dan mengantar-jemputnya dari sekolah. Namun sekarang semua itu telah hilang di telan oleh waktu yang selalu berjalan. Clayrin memang bukan Putri kecil lagi tapi jujur Clayrin sangat rindu hal-hal sederhana itu. Sekarang momen sekecil itupun sudah jarang Clayrin dapatkan. Orangtuanya hanya sibuk dengan pekerjaan. Mereka jarang pulang, sekali pulang pun mereka akan segera pergi. Semua sudah berubah. Clayrin kehilangan banyak hal dalam hidupnya setelah dia beranjak dewasa. ****** Cleyrin mengintip dari balik gorden kamarnya. Seperti biasa, seorang gadis bak Putri raja menangis dalam pelukan seorang wanita. Melihat itu Cleyrin lantas tersenyum miris. "Manja!!" Tekannya sinis. Cleyrin menutup gorden kamarnya kasar. Mata nya seakan perih melihat pemandangan yang hampir setiap saat melukai hatinya. Cleyrin iri, Cleyrin cemburu, semua gak adil kepadanya termasuk semesta. Kenapa hanya dia? Kenapa hanya dia yang mendapatkan perlakuan manis itu? Kenapa Cleyrin tidak? Tidakkah Cleyrin juga anak mereka? Kenapa mereka membeda-bedakan antara Clayrin dan Cleyrin? Tidak cukup kah waktu selama lima tahun? Kenapa harus selama ini? Kenapa mereka seakan dipisahkan oleh takdir. Cleyrin memasang musik Pop kesukaannya, merebahkan tubuhnya sebelum berangkat ke tempat kerjanya. "Cepat pulang adik kecil, kakak rindu," Ucap dalam hati. ****** Clayrin___ Waktu berlalu begitu cepat Tapi Tidak ada yang berubah Hal-hal kecil yang pernah ada, sudah musnah. Rindu... Rindu itu tidak akan terbalas lagi. Clayrin cuman minta hal kecil itu Apa Clayrin harus menjadi gadis lemah lagi? Untuk mendapatkan hal itu lagi? Clayrin rindu.. Clayrin sendiri. Clayrin capek masang topeng terus. Gadis itu mengambil tissue, membersihkan sesuatu yang mengalir secara perlahan dari lubang hidung nya. Kepalanya mendadak pusing. Semua kembali gelap, Clayrin tidak tau apa yang terjadi setelahnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN