Tubuh Yasmin luruh seketika, dengan deraian air mata. Segala rasa ia curahkan, sampai ia duduk bersimpuh di kaki suaminya. Badannya bergetar, dengan perasaan tak karuan sekarang. Yasmin bingung, harus kuat dengan cara apalagi supaya dia menahan diri dari ujian pernikahan ini. "Jika disuruh memilih antara aku atau Sania, siapa yang akan kamu pilih, Mas?" tanya Yasmin dengan suara seraknya. Ini sulit, benar-benar sulit jika disuruh memilih. Baik Yasmin dan Sania adalah istrinya. "Sayang ... jangan memberikan aku pertanyaan yang sulit. Baik kamu dan Sania sama, kalian berdua istriku dan tanggung jawabku. Aku nggak memilih salah satu," ujar Ashraf, ikut berjongkok. Mensejajarkan tubuhnya dengan sang istri. "Kalau begitu lepaskan aku, biarkan aku mengalah jika kamu nggak bisa memilih salah

