Bab 16. Perubahan Sikap

1034 Kata

Menyadari Ashraf keluar dari kamar, Sania bergegas lari terbirit-b***t menuju kamar. Supaya tidak ketahuan jika dirinya menguping pembicaraan, sembari memikirkan ide bagaimana cara agar Ashraf dan Yasmin tidak pergi keluar. Sania membaka kardigan miliknya, hingga tersisa gaun tidur yang belum sempat ia ganti. Menampilkan tanda cinta dari karya suaminya. "Lho, aku kira kamu lagi sarapan, San. Berdiri di sini sejak kapan?" tanya Ashraf, saat membuka pintu. Sedikit terkejut melihat Sania berdiri di dalam kamar mereka. Sania memperlihatkan senyumannya. "Tadinya mau mandi. Keburu Mas datang. Mas juga belum mandi 'kan, ya? Gimana kalau kita mandi bareng?" ajak Sania, begitu entengnya. Ashraf menelan ludah susah payah, dia harus terbiasa dengan keagresifan Sania jika mereka tengah berdua. "A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN