Sabtu itu, Ceria sudah sibuk menyiapkan berbagai makanan untuk acara sore nanti. Dia meminta Bagja menjemput wanita itu datang sekitar pukul tujuh malam. Bagja merasa heran melihat istrinya menyiapkan hidangan-hidangan spesial begitu banyak. Mungkin itu porsi untuk lima sampai enam orang. Bagja tidak banyak bertanya, selama istrinya tidak meninggalkannya, dia akan menuruti apa saja permintaannya meskipun tidak masuk akal. Sejak pagi, Ceria sudah menitipkan Iren di rumah mertuanya. Gadis kecil itu sudah betah menginap sendiri, terlebih bisa tidur ditemani Maura. Seharian ini Bagja hanya memperhatikannya, sesekali dia membantu pekerjaan istrinya yang dia bisa. Tidak sedikit pun terlihat sebuah letupan emosi dari wajahnya, terlihat tenang dan datar. Sementara itu, hati Bagja sendiri sedang b

