“Pagi, Mom, Dad,” sapa Jeslyn tersenyum lebar menyapa kedua orang tuanya dengan menderek koper kecil di tangannya. “Hai, Sayang. Kamu sudah bawa koper?” tanya Daddy-nya yang bernama Richard. “Iya, Dad. Aku akan mampir simpan di mobil dan pulangnya nanti langsung ke apartemen,” jawab Jeslyn. “Mom sedih karena kamu akan tinggalin kami lagi,” ujar Margaret, ibunda Jeslyn menunjukkan ekspresi sedihnya. “Ayolah, Mom. Aku akan pulang dan menginap di rumah saat weekend,” ujar Jeslyn berusaha menenangkan ibunya. Margaret menghela napas sambil membenarkan syal di leher Jeslyn. “Tapi tetap saja... rumah ini sepi tanpa kamu, Sayang. Gak ada yang bisa Mommy cerewetin tiap pagi.” Jeslyn terkekeh pelan. “Aku akan usahakan, Mom. Setiap Sabtu malam, aku akan pulang. Kita bisa masak bareng kayak dulu

