bc

Pernikahan Rahasia

book_age18+
17
IKUTI
1K
BACA
drama
comedy
sweet
like
intro-logo
Uraian

Apa jadinya jika seorang Adik diam-diam mencintai Kakak iparnya sendiri?

Sampai pada suatu hari terjadilah pernikahan rahasia antara, Mila dan Ardi.

Dengan wajah kecut Mila duduk dibarisan belakang tepat dibelakang Nasya. Mila menghadap ke arah Ardi yang berada tepat di depan Nasya untuk bertukar cincin dengan sang Kakak.

Pandangan sinis begitu nampak dari raut wajah bulat Mila, dia bahkan terus mengerutkan bibirnya menyaksikan acara lamaran yang menurutnya lebih baik tidak terjadi.

Rasa cemburu telah tumbuh dalam hati gadis remaja yang baru saja mengenal cinta. Namun cintanya bukan cinta biasa melainkan cinta kepada kakak iparnya sendiri yang selangkah lagi akan menuju ke pelaminan.

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1
Belum genap tiga jam Mila Arselina baru saja berulang tahun yang ke 19 tahun. Usia yang tidak kecil lagi, namun semua keluarga Mila masih menganggap Mila seperti gadis kecil. Mila terkadang merasa kesal dengan dirinya sendiri mengapa semua keluarga selalu menganggap dirinya seperti anak kecil. Mila mempunyai warna kulit yang putih, rambut ikal hitam, tubuh tinggi bak model dengan bola matanya yang bulat berwarna coklat natural membuat Mila semakin cantik tak jauh dari sang kakak. Mila dua bersaudara. Kakaknya Nasya berumur 25 tahun. Mereka seperti anak kembar namun Nasya mempunyai kulit sawo matang dengan tubuh tinggi. Bola mata mereka juga tak jauh berbeda Nasya mempunyai bola mata yang sangat indah berwarna coklat sama seperti Mila. Mila dan Nasya anak dari Susanto dan Lastri. Namun Lastri telah meninggal dalam kecelakaan yang di alami 15 Tahun yang lalu. Mereka adalah anak Yatim yang dibesarkan oleh Susanto seorang diri. ******* Minggu pagi. Mila terbangun dari tidurnya. Matanya yang masih setengah mengantuk melirik tempat tidur Nasya tapi dia tidak melihat keberadaan Nasya di tempat tidur yang biasa Nasya berbaring. "Kak Nasya sudah bangun duluan biasanya selalu bangun paling siang dariku."Ucap Mila. Mila beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi. "Kak Nasya pasti lapar makanya dia sudah bangun biasanya mah dia paling siang bangunnya,"Gumam Mila sambil mengusap wajahnya dengan handuk kecil lalu duduk di depan meja rias. Belum lama mendudukkan diri Mila teringat dengan buku Novel yang di baca Nasya tadi malam. Mila segera bangkit dari tempat duduknya dan berjalan pergi meninggalkan kamar untuk meminjam buku Novel milik kakaknya. "Semalam kak Nasya sudah janji mau meminjamkan buku Novel itu padaku? Ah lebih baik aku samperin kak Nasya aja sebelum dia pergi bekerja!"Ujarnya lalu berjalan meniti tangga. Mila menuruni tangga menuju lantai bawah untuk menemui kakaknya. Sesampainya di lantai bawah yang Mila lihat pagi itu jauh dari yang dia pikirkan. Nasya sedang duduk bersama pria tampan berdada bidang. Bukanya menemui sang kakak Mila malah mengintipnya dari balik tembok pembatas antara ruang tamu dan tempatnya berdiri. Pria itu terlihat memegang tangan Nasya wajahnya sangat tampan dengan tubuh yang kekar pria itu seumuran Nasya. Mila terus memandangi mereka namun semakin lama kakinya terasa gemetar. Mila membalikkan badannya dan berniat untuk pergi namun tidak sengaja sikunya menyenggol pot bunga kaca sampai terjatuh pecah di lantai. Prakkkkk..... Nasya sampai kaget mendengar pecahan pot bunga yang di senggol oleh Mila. "Siapa ya? Mila apa kamu disitu?"Nasya mencoba memanggil namun Mila sengaja diam dan tidak menjawab karena ia malu jika Nasya tau dirinya yang sedang mengintip di balik tembok pembatas. "Tidak ada yang jawab sepertinya kucing atau mungkin angin lewat."Ujar Ardi nama laki-laki yang tengah menjalin hubungan spesial dengan Nasya. "Iya Mas sepertinya kucing." "Oh ya aku pulang dulu ya? Aku harus ke Kantor sekarang soalnya sudah hampir siang nanti malah kesiangan."Ucap Ardi. "Ya udah hati-hati ya Mas padahal aku masih kangen loh, Mas" "Kan kita bisa ketemu lagi besok." "Em ya udah kamu berangkat ngantor dulu biar cepet nikahin aku hehe." "Iya Nasya aku akan nikahin kamu secepatnya." Ardi tidak pulang begitu saja sebelum pulang Ardi mendaratkan bibirnya pada bibir Nasya dan tanpa mereka ketahui ada dua mata yang masih bersembunyi dan terus mengintip dibalik tembok pembatas. Mila terdiam seraya menggigit bibirnya melihat kenikmatan mereka berdua pagi itu. Ketika Ardi hendak pergi Nasya terlihat menarik lengan Ardi dan langsung memeluk Ardi dengan sangat erat. Mila sampai kesal melihat kemesraan mereka berdua. "Sebesar ini aku tidak pernah merasakan seperti apa rasanya pacaran! Kak Nasya bebas membawa pacarnya pulang sedangkan aku dekat dengan pria sekali saja dibilang masih anak kecil gak boleh pacaran! Aku hanya dinggap boneka oleh mereka."Gumam Mila sambil mengerutkan bibirnya melihat kemesraan Nasya dan Ardi. ********* Ardi adalah anak semata wayang Jenila dan Hamdan. Mereka adalah pengusaha kaya raya di kotanya. Ardi pernah beberapa kali di jodohkan dengan wanita yang cantik dan rata-rata latar belakang pengusaha dan kaya raya namun, Ardi tidak pernah mau karena dia ingin mencari jodohnya sendiri. ****** "Kau sudah yakin Nak tidak mau kuliah seperti kakakmu? Ayah berharap kamu mau melanjutkan sekolahmu kejenjang yang lebih tinggi Nak?"Ujar Susanto sang ayah kepada Mila. Susanto meminta Mila kuliah seperti Nasya namun Mila menolaknya. "Aku tidak mau menjadi beban kalian keluarga kita itu pas-pasan Yah. Tidak mungkin aku kuliah! Aku juga bisa yah jadi orang sukses tanpa harus kuliah, aku akan buktikan sama Ayah dan Kakak aku pasti berhasil dan menjadi orang sukses walaupun aku tidak kuliah." Susanto diam seraya menghela nafasnya. "benar yang dikatakan kamu Nak bagaimana kamu akan kuliah sedangkan biaya kuliah tidak sedikit. Semenjak Ayah kecelakaan dulu yang membuat kesehatan Ayah menurun Ayah tidak bisa bekerja lagi. Kakakmu dia bisa kuliah karena mendapat beasiswa dari sekolah."Batin Susanto. "Ayah minta maaf ya Nak, kamu tidak bisa kuliah seperti kakakmu."Ujar Susanto. "Mila tidak apa-apa Ayah." Mila memeluk laki-laki tangguhnya yang sudah membesarkannya beserta sang kakak sejak mereka masih kecil ketika sang ibu harus pergi meninggalkannya karena kecelakaan yang sudah merenggut nyawanya. Di sela-sela pembicaraan Susanto dan Mila Nasya tiba-tiba pulang ke rumah lebih awal dari biasanya. "Ayah sama Mila kenapa? Kok kalian berdua sedih kenapa?"Tanya Nasya seraya mendekati mereka dengan senyum redupnya. "Tidak apa-apa Nak, ini loh Mila tidak mau kuliah padahal Ayah ingin Mila melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi lagi seperti kamu."Ujar Susanto. "Kenapa Dek"Nasya memegang pundak Mila yang masih terdiam lesu tidak bersemangat. "Tidak apa-apa Kak, aku hanya tidak mau menjadi beban kalian aku juga tidak mau jauh dari Ayah dan Kakak."Ujar Mila lirih. Nasya tersenyum dan berusaha meyakinkan Mila jika dia ingin berhasil maka tidak perlu mengkhawatirkan sesuatu. Mengejar keberhasilan hanya butuh keberanian untuk merasakan luka, rindu, dan kesendirian. "Dek jauh dari keluarga memang berat kamu harus yakin jika kamu bisa sukses dan tunjukan kepada diri kita, kepada mereka dan kepada semua. Kita harus bisa sukses dan berhasil untuk mengangkat derajat orang tua."Ujar Nasya penuh harap. Namun nampaknya Mila tidak memperdulikan nasihat sang Kakak. "Aku tetap tidak mau kuliah untuk apa aku kuliah jika semua itu hanya akan membebani Ayah dan Kakak!"Ujar Mila sedikit lantang. "Kan kakak bisa bantu kakak kerja buat kamu Dek buat Ayah juga."Jelas Nasya pelan. "Aku tidak mau, biar aku sukses dengan caraku Kak, aku pasti bisa!" "Sudah-sudah biarkan saja kalau Mila tidak mau."Timpal Susanto. "Ya udah iya Kakak tidak maksa."Nasya terdiam seraya mengusap punggung Mila dengan lembut. "Aku hanya ingin berada disini dan selalu melihatmu bersama dengan pria tampan itu lagi kak, walaupun aku hanya memandangnya tapi tidak masalah!"Batin Mila. Rupanya Mila masih terbayang dengan wajah tampan Ardi yang sejak awal menari-nari dalam pikirannya. "Oh ya, Nak tadi kamu kok buru-buru pulang ya? Ini kan belum jam pulang?"Tanya Susanto. "Aku cuma mau bilang sama Ayah sama Mila aku mau dilamar sama Ardi?"Ujar Nasya. Susanto terhenyak dan tidak menyangka jika putri kesayangannya akan segera menikah. "Kapan Nak? Ayah akan sangat bahagia jika kamu menikah sama Ardi. Menurut Ayah Ardi itu pria yang sangat baik Nak dari pertama Ayah bertemu dengannya Ayah sudah yakin dan berharap kamu akan segera menikah dengannya. Kamu adalah gadis baik Nak Ayah yakin Ardi dan keluarganya akan selalu menyayangi kamu, Nak."Susanto sangat bahagia. "Besok Ardi akan ajak orang tuanya kesini dan bertemu dengan Ayah. Makasih Ayah sudah mau merestui Nasya sama Ardi." "Iya Nak Ayah hanya ingin kamu bahagia." Kebahagiaan Susanto dan Nasya rupanya tidak dirasakan oleh Mila. Dia malah terlihat mengerutkan bibirnya bukanya senang Mila malah merasa kesal dengan kabar gembira Nasya yang secara tiba-tiba akan dilamar oleh pria tampan yang sejak pagi melayang-layang dalam pikirannya. "Kakak mau nikah? Kok Ayah segampang itu percaya sama pacar Kak Nasya! Ayah kan baru kenal!"Ujar Mila dengan nada lantangnya. Nasya terkejut mendengar Mila berkata keras didepan Susanto. Bagaimana bisa Mila berpikiran yang tidak-tidak terhadap Ardi. "Mila! Jangan bicara seperti itu didepan Ayah! Memangnya tau apa kamu tentang Ardi!"Pekik Nasya seraya membulatkan matanya. Mila hanya terdiam seraya memalingkan wajahnya dan merasa malu dihadapan sang kakak. Caranya berbicara hampir membuat Nasya curiga. "Keceplosan! Seharusnya aku tidak secepat itu ikut campur urusan Kakak, kacau!"Gerutu Mila dalam hati. "Maafkan aku Kak? Aku hanya takut jika nanti laki-laki itu akan menyakiti Kakak Mungkin aku yang terlalu berfikiran negatif sama Kak Ardi."Ujar Mila. "Ya ampun, Dek makasih ya sudah mau perhatian sama Kakak. Percaya sama Kakak, Ardi adalah pria yang baik tidak mungkin dia menyakiti kakak seperti yang kamu pikirkan," "Iya Kak aku percaya." Nasya memeluk Mila dan mengusap lembut rambut panjangnya yang hitam dan tebal. Hening seketika namun dalam hati tak bisa dipungkiri jika sang Adik sudah banyak menyimpan rasa kagum kepada calon, Kakak iparnya sendiri.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.8K
bc

TERNODA

read
201.1K
bc

Kali kedua

read
221.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
192.9K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
21.9K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
33.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook