Bab 38

2102 Kata

Dari tempatnya memarkirkan mobil sekarang, Julian dapat melihat sosok Edo yang terus menatap ke arahnya. Ralat, bukan menatapnya, melainkan menatap gadis berambut pirang yang berdiri di depannya. Rahang Julian mengeras mengingat kata-kata Sky waktu di kedai es krim kemarin, Jesline menangis karena bocah yang berdiri tegak di dekat pohon besar di depan sekolah itu. Seandainya Julian menuruti napfsunya, Julian pasti sudah menghajar bocah sok tampan itu sekarang. "Julian." Julian menoleh pada gadisnya mendengar panggilan itu. Tersenyum melihat Sky yang sedang menarik-narik ujung jaketnya. "Iya, baby?" "Lagi liatin apa sih?" tanya Sky penasaran. Sejak tadi Julian terus menatap ke dalam sekolahnya. "Nggak liatin apa-apa kok," jawab Julian berbohong. "Cuma lagi mikir aja, ternyata sekolah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN