Nonton Konser

1034 Kata
"Kenapa aku memikirkan wanita unik itu terus daripada aku memikirkan dia terus mendingan aku tidur," seruh Tegar dan langsung menutup matanya. tidak lama kemudian Tegar pun merasa gelisah dan sulit tidur. "Astaga ada apa denganku kenapa sangat sulit untuk tidur rasanya ingin cepat-cepat pagi dan pergi ke kampus bertemu Putri baru kali ini aku susah tidur karena memikirkan seseorang wanita, " seruh Tegar dan masi bertanya-tanya dalam hatinya. "Apa benar ya apa yang dikatakan Doni kalau tuhan telah membalik hatiku menjadi suka sama wanita unik itu, ya tuhan maafkanlah aku yang tidak sengaja menghina wanita unik itu dan sepertinya aku mulai menyukainya," seruh Tegar dan mencoba menutup matanya dan tidur. Ke esok paginya Tegar pun bangun dan bersiap-siap pergi ke kampus setelah 30 menit Tegar Pun samapai di kampus dan langsung mencari Putri namun Putri belum datang sehingga dia menemui Doni sahabatnya. tidak lama kemudian Tegar pun bertemu dengan Doni dan menceritakan semuanya tentang apa yang terjadi denganya. Doni pun meminta Tegar untuk meminta maaf kepada Putri agar rasa bersalahnya menghilang, Tegar pun mengatakan bahwa dirinya suda meminta maaf dan Putri pun suda memaafkannya. "Begitu cepat Tuhan membalikan hatimu," ucap Doni. "Aku juga tidak tau yang pastinya aku suda mulai menyukai wanita unik itu," seruh Tegar. "Makanya jangan menghina wanita yang seperti itu, biasanya wanita seperti itu memiliki keunikan tersendiri yang pastinya mereka itu asyik saat di ajak ngobrol." "lya benar sih, makanya itu aku baru sadar dan sepertinya aku benar-benar suda mulai menyukai wanita unik itu sepanjang malam aku selalu memikirkanya, oh iya kenapa wanita unik itu belum datang juga ya?" tanya Tegar. "Sepertinya dia tidak datang soalnya kan sebentar lagi wisuda lagian suda tidak ada praktek dan mata kuliah, kalau kamu mau menemui dia kerumahnya saja aku kan saya suda mengirim alamatnya kemarin." "Iya sudalah kalau begitu lebih baik aku kerumahnya saja," ucap Tegar dan tidak lama kemudian setelah mereka selesai berbincang-bincang Tegar dan Doni pun pergi meningalkam kampus. Tegar pun pergi kerumah Putri sekitaran 30 menit perjalan sampailah di rumah Putri. Tegar Pun melihat Satpam meminta tolong untuk memanggilkan Putri, tidak lama kemudian Putri pun datang menghampiri Tegar. "Tegar," ucap Putri kaget dengan kedatangan Tegar. "Ada perlu apa kesini?" tanya Putri penasaran. "Kamu sibuk tidak?" tanya Tegar balik. "Mmmm, enggak sibuk apa-apa sih, emangnya ada apa?" "Sebentar malam nonton konser yuk!" "Jam berapa, soalnya aku tidak boleh pulang larut malam sebentar malam orang tuaku datang dari bandung." "Jam 7 malam, aku jemput ya?" "Iya suda," ucap Putri sambil tersenyum melihat Tegar. "Kalau begitu aku pulang dulu," ucap Tegar dan langsung pergi dari rumah Putri pergi meuju rumahnya sekitaran 25 menit Tegar Pun sampai di rumahnya dan langsung mandi dan berbaring di tempat tidur. tidak terasa waktu terus berputar dan suda jam 5 sore Putri pun langsung pergi mandi setelah mandi Putri pun membuka lemari baju mencari baju yang akan di pakai dan langsung mengeluarkan semua isi lemarinya dan mencoba semua bajunya, namun Putri merasa tidak ada yang cocok baginya. "Kenapa juga aku harus memakai pakaian yang bagus, lagian cuman nonton konser saja," seruh Putri dan langsung memilih satu baju yang akan di pakai. tidak terasa waktu terus berputar Putri pun memakai baju yang akan di pakai pergi dan sedikit berdandan, tidak lama kemudian Satpam pun datang memanggil Putri dan mengatakan bahwa temanya suda datang dan menunggunya di depan Putri pun lagsung keluar kamar dan pergi menemui Tegar, dan betapa kagetnya Tegar melihat penampilan Putri yang berdandan. "Astaga teryata Putri begitu sangat cantik, apalagi kalau berdandan begini," seruh Tegar dalam hati. "Maaf lama," ucap Putri sambil tersenyum melihat Tegar. "Tidak apa-apa kok lagian aku juga baru sampai," ucap Tegar yang pangling melihat kecantikan Putri. "Ayo berangkat," ucap Putri memanggil Tegar. Tegar pun seakan seperti terhipnotis oleh kecantikan Putri sehingga dia masi berdiri tegak tidak mengeluarkan satu kata pun, seketika Tegar sadar dan langsung naik motor dan mereka pun pergi menuju konser. "Teryata Putri begitu sangat cantik kalau berdandan, kenapa selama ini dia menutupi kecantikanya," seruh Tegat dalam hati. Tegar pun merasa sangat gugup, di atas motor dia ingin menanyakan kepada Putri bahwa Putri baik-baik saja namun Tegar seakan tidak bisa berbicara apa-apa dan mencoba berbicara. "Put, kamu tidak apa-apakan naik motor seperti ini?" tanya Tegar terbata-bata. "Iya tidak apa-apa, aku suka kok naik motor," ucap Putri. Tidak lama kemudian sekitaran 1 jam perjalanan mereka pun akhirnya sampai di konser Tegar pun menarik tangan Putri masuk kedalam konser, dan begitu banyak orang di konser sehingga berdesak-desakan Putri pun seakan sesak di dalam dan selalu di dorong-dorong sana sini sehingga Tegar melindungi Putri dan sampailah mereka di depan panggung. Putri pun begitu sangat senang karena bisa nonton idolanya Putri pun menatap Tegar dan mengatakan. "Terimakasih ya, kamu suda membawa aku kesini dan aku tidak menyangka kalau kamu juga suka nonton konser ini," ucap Putri sambil tersenyum melihat Tegar. "Iya sama-sama," ucap Tegar sambil tersenyum melihat Putri keduanya pun saling memandang dan seketika teriakan para penonton begitu keras sehingga keduanya pun langsung melihat ke depan, musik pun mulai dan Putri pun ikut bernyanyi Tegar pun melihat Putri begitu gembira langsung mendekatkan dirinya. "Putri," ucap Tegar memanggil Putri. "lya, apa?" tanya Putri balik. "Sebenarya aku suka sama kamu, mungkin bagimu ini terlalu cepat tapi kenyataanya begitu, aku tidak bisa melupakan kamu wajamu selalu ada di ingatanku, aku benar-benar telah jatuh cinta kepadamu," ucap Tegar mengungkapkan perasaanya namun karena musik terlalu kuat membuat Putri tidak mendegar perkataan Tegar setelah musik berhenti Punti pun langsung bertanya. "Tadi kamu mau bilang apa, soalnya tadi tidak kedengaran." Seketika waja Tegar langsung memerah dia begitu sangat malu, dia kira Putri mendegarkan ungkapan perasaanya. "Suda tidak apa-apa tidak terlalu penting," ucap Tegar ketus. Tegar terlihat sedikit kecewa karena Putri tidak mendegar perkataanya Tegar hanya bisa diam saja. tidak lama kemudian konser pun selesai, Putri pun mengucapkan terimakasi namun Tegar tidak menjawabnya dan langsung keluar dari konser. Putri pun melihat tindakan aneh Tegar langsung mengejarnya. "Tegar kamu kenapa sih, apa ada yang salah denganku, kamu kelihatan sedikit marah sama aku," ucap Putri merasa heran melihat sifat Tegar yang langsung berubah. "Tidak ada yang salah denganmu," ucap Tegar dengan nada sedikit ketus. "Kalau memang tidak ada yang salah kenapa kamu kelihatan marah sama aku?" tanya Putri penasaran melihat sikap Tegar yang tiba-tiba berubah kepadanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN